Tuesday, November 26, 2019

Makalah Manusia dan Keindahan


Makalah
“Manusia dan Keindahan”




Dosen Pengampu:
Faqih Munandar



Disusun Oleh:
Raden Thania Nurhayya M. (15519144)
1PA22






UNIVERSITAS GUNADARMA
2019




KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Manusia dan Keindahan ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Faqih Munandar pada mata kuliah softskill Ilmu Budaya Dasar. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Manusia dan Keindahan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Faqih Munandar, selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 24 November 2019

Raden Thania Nurhayya M.




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..i
KATA PENGANTAR………………………………….……………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….iii

BAB I…………………………………………………………………….……4
PENDAHULUAN…………………………………………….………………4
      1.    Latar Belakang Masalah……………………………….…………………4.1.1
      2.    Rumusan Masalah……………………………….……………………….4.1.2
      3.    Tujuan Makalah.........................................................................................4.1.3

BAB II………………………………………………………………….……..5
PEMBAHASAN………………………………………………….…………..5
      1.    Pengertian Manusia….………………………………….……………….5.2.1
      2.    Pengertian dan hakikat Keindahan............................................................5.2.2
      3.    Hubungan Manusia dan Keindahan…………...…………………………6.2.3
      4.    Mengetahui suatu keindahan .………………………………………........6.2.4

BAB III………………………………………………………………….….…7
PENUTUP………………………………………………………………..…...7
      1.   Kesimpulan.................................................................................................7
      2.  Saran............................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….….….7






BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan.
Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata
keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi,
dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

1.2 Rumusan Masalah
1.  Pengertian manusia?
2.  Pengertian dan Hakikat keindahan?
3.  Apa hubungan manusia dengan keindahan?
4.  Bagaimana cara untuk mengetahui suatu keindahan?


1.3 Tujuan Makalah

untuk mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan keindahan. Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Manusia
Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

2.2  Pengertian dan Hakikat Keindahan
keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Keindahan terdiri atas susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.


2.3  Hubungan Manusia dan Keindahan
Hubungan manusia dan keindahan adalah karena manusia memiliki lima
komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke
lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati)
akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan
keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang
menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya,
dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari
nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi,, satu hal sudah pasti yakni untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terealisasikan. hati  manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika.

2.4  Mengetahui Suatu Keindahan
1.       Renungan
Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
2. Keserasian
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.

3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

4. Kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.


BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan

Keindahan menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung
kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetri), keseimbangan
(balance), dan pertentangan (contrast).
Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Dua hal yang indah yang selalu berdampingan. Dua hal tersebut juga berdampingan dengan Manusia. Manusia diberikan keindahan yang sangat luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, manusia diharapkan untuk selalu menjaga keindahan-keindahan yang dimilikinya, yang ada pada dirinya agar senantiasa keindahan tersebut dapat berguna dan dinikmati oleh semua orang, serta untuk mengetahui suatu keindahan dibutuhkan hal-hal seperti renungan, keserasian, kehalusan dan kontemplasi.

2.       Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini

DAFTAR PUSTAKA


No comments:

Post a Comment