Makalah
“Manusia dan Keindahan”
Dosen Pengampu:
Faqih Munandar
Disusun Oleh:
Raden Thania Nurhayya M. (15519144)
1PA22
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul Manusia dan Keindahan ini tepat pada
waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas Bapak Faqih Munandar pada mata
kuliah softskill Ilmu Budaya Dasar. Selain itu, makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan tentang Manusia dan Keindahan bagi
para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Faqih Munandar, selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya
nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Jakarta, 24 November 2019
Raden Thania Nurhayya M.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..i
KATA PENGANTAR………………………………….……………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….iii
BAB I…………………………………………………………………….……4
PENDAHULUAN…………………………………………….………………4
1. Latar Belakang
Masalah……………………………….…………………4.1.1
2. Rumusan Masalah……………………………….……………………….4.1.2
3. Tujuan Makalah.........................................................................................4.1.3
BAB II………………………………………………………………….……..5
PEMBAHASAN………………………………………………….…………..5
1. Pengertian Manusia….………………………………….……………….5.2.1
2. Pengertian dan
hakikat Keindahan............................................................5.2.2
3. Hubungan Manusia dan Keindahan…………...…………………………6.2.3
4. Mengetahui
suatu keindahan
.………………………………………........6.2.4
BAB III………………………………………………………………….….…7
PENUTUP………………………………………………………………..…...7
1.
Kesimpulan.................................................................................................7
2. Saran............................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….….….7
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Setiap manusia dilahirkan dan
dibekali dengan banyak sekali keindahan.
Keindahannya baik dari dalam, dari
luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata
keindahan berasal dari kata indah,
artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keidahan identik dengan
kebenaran. Keindahan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya
mempunyai nilai yang sama yaitu abadi,
dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran
berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat
oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan
atau lokal.
1.2 Rumusan Masalah
1. Pengertian manusia?
2. Pengertian dan
Hakikat keindahan?
3. Apa hubungan
manusia dengan keindahan?
4. Bagaimana cara
untuk mengetahui suatu keindahan?
1.3 Tujuan Makalah
untuk
mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan keindahan.
Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia
Pengertian manusia dapat dilihat dari
berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang
berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain.
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah
gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
2.2 Pengertian dan
Hakikat Keindahan
keindahan adalah kesatuan dan
hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi
manusia. Keindahan terdiri atas susunan kualitas atau pokok
tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah
kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan
(balance) dan pertentangan (contrast).
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai
ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu
hal.
2. Nilai
intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan
tujuan dari sifat baik tersebut.
2.3 Hubungan
Manusia dan Keindahan
Hubungan manusia dan keindahan adalah karena manusia memiliki
lima
komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut
dilahirkan. Ke
lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri
(rahasia ilahi).
Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu,
akal dan hati)
akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang
disebut dengan
keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan
yang
menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang
renungnya,
dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif
guna mencari
nilai-nilai, makna,
manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana
kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi
merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan
budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja
berbeda dengan “kehendak atau keinginan” Kehendak atau keinginan pada manusia
bersumber dari akal dan budi,, satu hal sudah pasti yakni untuk menciptakan
kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi
bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak
lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”.
Dengan adanya
keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong
hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar
bisa terealisasikan. hati manusia dapat
merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas
esthetis.
Selain itu manusia
memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa
estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan
adalah estetika.
2.4 Mengetahui
Suatu Keindahan
1. Renungan
Renungan
berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan
sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Setiap orang
pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun
obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi
apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
2. Keserasian
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang
serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu
sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok
tertentu yang terdapat pada suatuhal.
3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak
kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti
sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik
dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai
lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap
sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu
kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa
mengurangi nilai keindahan dari seseorang.
4. Kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau
berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan
tujuan, atau niat hasil penciptaan.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Keindahan
menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung
kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan
(symetri), keseimbangan
(balance), dan pertentangan (contrast).
Keindahan adalah kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Dua hal yang indah yang selalu berdampingan. Dua
hal tersebut juga berdampingan dengan Manusia. Manusia diberikan keindahan yang
sangat luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, manusia diharapkan
untuk selalu menjaga keindahan-keindahan yang dimilikinya, yang ada pada
dirinya agar senantiasa keindahan tersebut dapat berguna dan dinikmati oleh
semua orang, serta untuk mengetahui suatu keindahan dibutuhkan hal-hal seperti
renungan, keserasian, kehalusan dan kontemplasi.
2.
Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan
dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran
guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini
DAFTAR PUSTAKA

No comments:
Post a Comment