Tuesday, November 26, 2019

Makalah Manusia dan Penderitaan

Makalah
“Manusia dan Penderitaan”




Dosen Pengampu:
Faqih Munandar



Disusun Oleh:
Raden Thania Nurhayya M. (15519144)
1PA22






UNIVERSITAS GUNADARMA
2019





KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Manusia dan Penderitaan ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Faqih Munandar pada mata kuliah softskill Ilmu Budaya Dasar. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Manusia dan Penderitaan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Faqih Munandar, selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 24 November 2019

Raden Thania Nurhayya M.





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..i
KATA PENGANTAR………………………………….……………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….iii

BAB I…………………………………………………………………….……4
PENDAHULUAN…………………………………………….………………4
      1.    Latar Belakang Masalah……………………………….…………………4.1.1
      2.    Rumusan Masalah……………………………….……………………….4.1.2
      3.    Tujuan Makalah.........................................................................................4.1.3

BAB II………………………………………………………………….……..5
PEMBAHASAN………………………………………………….…………..5
      1.    Pengertian Penderitaan ….………………………………...…………….5.2.1
      2.    Hubungan Manusia dan Penderitaan ........................................................5.2.2
      3.    Sebab Terjadi Penderitaan………..…………...…………………………6.2.3
      4.    Pengaruh dari Penderitaan….………………………………………........6.2.4

BAB III………………………………………………………………….….…7
PENUTUP………………………………………………………………..…...7
      1.   Kesimpulan.................................................................................................7
      2.  Saran............................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….….….7





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan. Baik itu ringan atau berat. Hidup tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukursebarapa kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun tidak selalu menderita, sedih, ataupun susah.Terkadang saat manusia terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita
Penderitaan selalu datang tak terduga, manusia takkan pernah tau kapan , jam berapa,  menit keberapa, dan detik keberapa penderitaan akan datang menghampiri hidupnya.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari penderitaan?
2. Apa hubungan manusia dengan penderitaan?
3. Apa saja sebab terjadi penderitaan?
4. Apa pengaruh dari penderitaan?


1.3 Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui pengertian penderitaan
2. Untuk mnegetahui hubungan manusia dengan penderitaan
3. Untuk mengetahui apa saja sebab terjadi penderitaan
4. Untuk mengetahui pengaruh dari penderitaan



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.

2.2 Hubungan Manusia dan Penderitaan
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan.
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri unruk berusaha mengurangi penderitaannya. Manusia adalah makhluk berbudaya, dangan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderiaannya. Penderitaan dikataka kodrati karena sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Manusia harus berjuang keluar dari penderitaannya karena pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.
Jadi, manusia tidak ditakdirkan hanya untuk bahagia melainkan juga untuk menderita. Manusia lah yang dapat mengubah penderitaannya sendiri agar menjadi kebahagiaan. Manusia dan penderitaan tidak akan terpisahkan dan akan terus menjadi ujian yang membentuk karakter dari individu.



2.3 Sebab Terjadi Penderitaan

Berdasarkan sebab – sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2. Penderitaan yang menimpa manusia karena memperlakukan sesama tidak secara kemanusiaan yang menjadikan sebuah kejahatan seperti memperlakukan pembantu sewenang-wenangya itu yang menyebakan penderitaan bagi si korban dan sudah selayak mendapat hukuman seberat-beratnya dan, penderitaan lingkungan yang disebabkan oleh manusia
4. Penderitaan yang timbul karen penyakit, siksaan / azab Tuhan

2.4 Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini di ungkapkan dalam pribahasa “Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “Nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap untuk merubah keadaan awal dengan memperbaiki kesalahan agar tidak terjadi padanya yang kedua kali dengan memahami bahwa dampak kediri kita tidak lah baik .
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengdakan perubahan nilai – nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Pada hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung  bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya. Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan perilaku baik kepada sesama manusia, alam sekitar, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan kita menjaga sikap dan perilaku antar sesama manusia, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa, kita akan hidup dengan nyaman dan tentram tidak ada gangguan dari siapapun.

2.      Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini

DAFTAR PUSTAKA
https://sisysp29.blogspot.com/2016/11/hubungan-manusia-dengan-penderitaan.html

Makalah Manusia dan Keindahan


Makalah
“Manusia dan Keindahan”




Dosen Pengampu:
Faqih Munandar



Disusun Oleh:
Raden Thania Nurhayya M. (15519144)
1PA22






UNIVERSITAS GUNADARMA
2019




KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Manusia dan Keindahan ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Faqih Munandar pada mata kuliah softskill Ilmu Budaya Dasar. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Manusia dan Keindahan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Faqih Munandar, selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 24 November 2019

Raden Thania Nurhayya M.




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..i
KATA PENGANTAR………………………………….……………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….iii

BAB I…………………………………………………………………….……4
PENDAHULUAN…………………………………………….………………4
      1.    Latar Belakang Masalah……………………………….…………………4.1.1
      2.    Rumusan Masalah……………………………….……………………….4.1.2
      3.    Tujuan Makalah.........................................................................................4.1.3

BAB II………………………………………………………………….……..5
PEMBAHASAN………………………………………………….…………..5
      1.    Pengertian Manusia….………………………………….……………….5.2.1
      2.    Pengertian dan hakikat Keindahan............................................................5.2.2
      3.    Hubungan Manusia dan Keindahan…………...…………………………6.2.3
      4.    Mengetahui suatu keindahan .………………………………………........6.2.4

BAB III………………………………………………………………….….…7
PENUTUP………………………………………………………………..…...7
      1.   Kesimpulan.................................................................................................7
      2.  Saran............................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….….….7






BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan.
Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata
keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi,
dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

1.2 Rumusan Masalah
1.  Pengertian manusia?
2.  Pengertian dan Hakikat keindahan?
3.  Apa hubungan manusia dengan keindahan?
4.  Bagaimana cara untuk mengetahui suatu keindahan?


1.3 Tujuan Makalah

untuk mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan keindahan. Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Manusia
Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

2.2  Pengertian dan Hakikat Keindahan
keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Keindahan terdiri atas susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.


2.3  Hubungan Manusia dan Keindahan
Hubungan manusia dan keindahan adalah karena manusia memiliki lima
komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke
lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati)
akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan
keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang
menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya,
dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari
nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi,, satu hal sudah pasti yakni untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terealisasikan. hati  manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika.

2.4  Mengetahui Suatu Keindahan
1.       Renungan
Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
2. Keserasian
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.

3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

4. Kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.


BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan

Keindahan menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung
kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetri), keseimbangan
(balance), dan pertentangan (contrast).
Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Dua hal yang indah yang selalu berdampingan. Dua hal tersebut juga berdampingan dengan Manusia. Manusia diberikan keindahan yang sangat luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, manusia diharapkan untuk selalu menjaga keindahan-keindahan yang dimilikinya, yang ada pada dirinya agar senantiasa keindahan tersebut dapat berguna dan dinikmati oleh semua orang, serta untuk mengetahui suatu keindahan dibutuhkan hal-hal seperti renungan, keserasian, kehalusan dan kontemplasi.

2.       Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini

DAFTAR PUSTAKA


Makalah Manusia dan Cinta Kasih



Makalah
“Manusia dan Cinta Kasih”




Dosen Pengampu:
Faqih Munandar



Disusun Oleh:
Raden Thania Nurhayya M. (15519144)
1PA22






UNIVERSITAS GUNADARMA
2019






KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Manusia dan Cinta Kasih ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Faqih Munandar pada mata kuliah softskill Ilmu Budaya Dasar. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Manusia dan Cinta Kasih bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Faqih Munandar, selaku Dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, 24 November 2019

Raden Thania Nurhayya M.





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..i
KATA PENGANTAR………………………………….……………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….iii

BAB I…………………………………………………………………….……4
PENDAHULUAN…………………………………………….………………4
      1.    Latar Belakang Masalah……………………………….…………………4.1.1
      2.    Rumusan Masalah……………………………….……………………….4.1.2
      3.    Tujuan Makalah.........................................................................................4.1.3

BAB II………………………………………………………………….……..5
PEMBAHASAN………………………………………………….…………..5
      1.    Pengertian Cinta Kasih………………………………….……………….5.2.1
      2.    Pengertian Kasih Sayang………………………………………………...5.2.2
      3.    Apa itu Kemesraan………...…………………………….…………….....5.2.3
      4.    Hubungan Manusia dan Cinta Kasih.………………………………….....5.2.4

BAB III………………………………………………………………….….…6
PENUTUP………………………………………………………………..…...6
      1.   Kesimpulan.................................................................................................6
      2.  Saran............................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….….….6


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai salah satu ciptaan tuhan yang maha esa. Manusia diberikan oleh tuhan akal pikiran, perasaan yang tidak di miliki makhluk hidup lainnya. Manusia terdiri dari berbagai macam organ salah satunya hati.

Hati merupakan organ manusia yang berhubungan langsung dengan perasaan- perasaan itu adalah yang tidak berwujud namum dapat dirasakan perasaan itu ada senang, sedih, dan marah bahkan sangat berkaitan dengan cinta dan kasih. Bagi manusia hati lebih nyata dibandingkan apa yang dipikirkan,

Cinta merupakan hal yang sangat menarik dalam hidup seseorang. Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental.

      1.2    Rumusan Masalah
1.     Apakah pengertian cinta kasih ?
2.     Apakah pengertian kasih sayang ?
3.     Apakah kemesraan itu ?
4.     Apakah pemujaan itu ?
5.     Bagimanakah hubungan manusia dengan cinta kasih ?

1.3   Tujuan  Makalah
1.     Untuk mengetahui pengertian cinta kasih
2.     Untuk mengetahui pengertian kasih sayang
3.     Untuk mengetahui apakah kemesraan itu
4.     Untuk mengetahui bagimanakah hubungan manusia dengan cinta kasih


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh rasa belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.

2.2  Pengertian Kasih Sayang
kata kasih sayang merujuk pada kata philia (cinta sesama manusia), karena di samping kata philia ada kata agape (cinta kepada Tuhan), kata eros dan amour (cinta antara laki-laki dengan perempuan, biologis). Dengan demikian, kasih sayang merujuk pada perasaan cinta sesama manusia, baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

2.3  Pengertian Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib hubungannya.kemesraan juga bersumber dari cinta dan kasih dan merupakan realisasi nyata, kemesraan dapat diartikan keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

2.4  Hubungan Manusia dan Cinta Kasih
Dalam diri manusia pasti lah terdapat perasaan cinta dan kasih atau kasih sayang entah itu untuk Sang Pencipta, orang tua, saudara serta sahabat. Manusia akan sulit menjalani kehidupan tanpa diberi cinta dan kasih atau memberi cinta dan kasih pada orang lain oleh karena itu manusia dan cinta kasih sangat sulit untuk dipisahkan karena ada keterikatan antara manusia dan cinta kasih. Dengan menerapkan cinta kasih dalam sehari-hari kita dapat merasakan kebahagiaan yang sangat indah, tenang, dan nyaman
Terdapat Contoh Hubungan Manusia dan Cinta Kasih
Dalam sehari-hari kita selalu merasakan cinta dan kasih di lingkungan tanpa kita sadari, cinta dan kasih dari orang tua yang tak akan pernah habis sepanjang masa. Sejak kita masih di dalam kandungan orang tua selalu memberikan cinta dan kasih dengan berbagai cara yang mereka lakukan, setelah kita lahir hingga kini sudah menjadi dewasa cinta dan kasih orang tua tak pernah putus. Ibu selalu menerapkan cinta dan kasih dari hal-hal yang sangat kecil, misalnya membuatkan kita sarapan itu termasuk salah satu perasaan cinta dan kasih yang diberikan oleh ibu. Ayah seseorang yang selalu sabar untuk menghadapi anak yang kadang ingin ini dan itu, rasa sabar tersebut adalah salah satu perasaan cinta dan kasih terhadap kita.

BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
     Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
           Cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.

2.      Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA