Menurut kamus besar
Bahasa Indonesia,pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan latihan,proses,perbuatan,cara mendidik
Jika dilihat dari
struktur kata, pendidikan berasal dari kata didik atau mendidik yang dapat
diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran,pimpinan) mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran
Pada dasarnya pengertian
pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
2. Pendidikan di Indonesia dari tinjauan Psikologis
Pendidikan di negara
Indonesia sudah merata tetapi kualitas tidak meningkat , sama seperti negara
berkembang lainnya sudah berhasil memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk
untuk mendapatkan pendidikan namun walaupun anggaran semakin besar,mutu
pendidikan anak-anak di Indonesia tetap rendah dibandingkan negara-negara lain.
Seperti Professor Andrew Rosser dari Universitas Melbourne yang banyak melakukan penelitian mengenai
pembangunan di Indonesia mengatakan bahwa dunia pendidikan di Indonesia banyak
digunakan untuk kepentingan lain, sehingga hal yang utama seperti peningkatan
kemampuan murid di bidang ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan
matematika tidak mendapat banyak perhatian
Di sisi lain para murid pun banyak juga yang merasa malas-malasan untuk
bersekolah dan sistem pendidikan di Indonesia masih kurang efektif karena guru
masih menjadi wadah utama atau sumber utama ilmu yang hanya dimiliki para siswa
sehingga siswa dinilai kurang aktif dan kreatif dalam mencari sumber
pengetahuan dari berbagai media lainnya. dan sistem penilaian dari pendidikan
di Indonesia masih mengedepankan nilai akademik saja dan masih menggunakan
sistem rangking yang dirasa kurang tepat untuk jaman sekarang
Karena menurut saya sistem rangking hanya menambah pikiran siswa dan tak
jarang membuat psikis siswa menjadi terganggu Karena dengan adanya sistem rangking
siswa hanya sibuk mengejar nilai-nilai sehingga timbul rasa selalu merasa
kurang percaya diri dengan hasil belajar mereka dan akhirnya para siswa bingung
dengan apa yang sebenarnya menjadi bakat dan minat para siswa karena siswa
hanya diminta fokus pada nilai akademik saja yang bagi sebagian siswa mungkin
tidak merasa cocok dengan sebagian mata pelajaran yang mereka kurang sukai
tetapi mereka tetap harus mengejar nilai-nilai tersebut Karena mata pelajaran masih
diatur sepenuhnya oleh kurikulum.
Dan para siswa pun mau
tidak mau mengikuti semua mata pelajaran yang sudah tersedia di kurikulum, mata
pelajaran pilihan pun masih jarang dilaksanakan oleh berbagai sekolah di indonesia
dan kurang nya bimbingan untuk menelusuri apa saja minat dan bakat mereka yang
sesungguhnya. Maka dari itu ilmu psikologi pendidikan sangat dibutuhkan di
dunia pendidikan karena ilmu tersebut akan menjelaskan sebab-sebab dari
perilaku para siswa maupun tenaga pengajar untuk memiliki koordinasi yang baik
antara siswa dan guru.
Psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan ilmiah
yang mempelajari perilaku penyadaran sehingga terjadi interaksi berbagai faktor
yang terkait peserta didik dengan potensinya serta alam lingkungan dengan
kemungkinan-kemungkinannya. Menurut John W Santrock (2004) psikologi pendidikan
adalah cabang psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran
dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Dalam psikologi pendidikan, membahas berbagai jenis pembelajaran
termasuk pembelajaran yang modern misalnya pembelajara berdasarkan falsafah
konstruktivisme, pembelajaran dengan pendekatan proses, pembelajaran
transformatif, pembelajaran berdasarkan Student Centered Learning (SCL),
sehingga menyebabkan guru maupun dosen dapat memilih pembelajaran yang paling
cocok dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah guru atau dosen
menyediakan kondisi tertentu yang memungkinkan siswa dapat mengubah dirinya
sendiri baik dalam kemampuan, pola pikir, wawasan dan kepribadiannya. Dengan
demikian, dosen atau guru dapat memilih salah satu jenis atau mengkombinasikan
dua atau lebih jenis pembelajaran yang paling efektif dan efisien.
SUMBER:
Mulyadi, Seto dkk.
(2016). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
No comments:
Post a Comment