Thursday, April 2, 2020

KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA DARI TINJUAN PSIKOLOGIS

 1. Definisi Pendidikan


Menurut kamus besar Bahasa Indonesia,pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan,proses,perbuatan,cara mendidik

Jika dilihat dari struktur kata, pendidikan berasal dari kata didik atau mendidik yang dapat diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran,pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran

Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

2. Pendidikan di Indonesia dari tinjauan Psikologis

Pendidikan di negara Indonesia sudah merata tetapi kualitas tidak meningkat , sama seperti negara berkembang lainnya sudah berhasil memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk untuk mendapatkan pendidikan namun walaupun anggaran semakin besar,mutu pendidikan anak-anak di Indonesia tetap rendah dibandingkan negara-negara lain.


Seperti Professor Andrew Rosser dari Universitas Melbourne yang banyak melakukan penelitian mengenai pembangunan di Indonesia mengatakan bahwa dunia pendidikan di Indonesia banyak digunakan untuk kepentingan lain, sehingga hal yang utama seperti peningkatan kemampuan murid di bidang ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan matematika tidak mendapat banyak perhatian

Di sisi lain para murid pun banyak juga yang merasa malas-malasan untuk bersekolah dan sistem pendidikan di Indonesia masih kurang efektif karena guru masih menjadi wadah utama atau sumber utama ilmu yang hanya dimiliki para siswa sehingga siswa dinilai kurang aktif dan kreatif dalam mencari sumber pengetahuan dari berbagai media lainnya. dan sistem penilaian dari pendidikan di Indonesia masih mengedepankan nilai akademik saja dan masih menggunakan sistem rangking yang dirasa kurang tepat untuk jaman sekarang

Karena menurut saya sistem rangking hanya menambah pikiran siswa dan tak jarang membuat psikis siswa menjadi terganggu Karena dengan adanya sistem rangking siswa hanya sibuk mengejar nilai-nilai sehingga timbul rasa selalu merasa kurang percaya diri dengan hasil belajar mereka dan akhirnya para siswa bingung dengan apa yang sebenarnya menjadi bakat dan minat para siswa karena siswa hanya diminta fokus pada nilai akademik saja yang bagi sebagian siswa mungkin tidak merasa cocok dengan sebagian mata pelajaran yang mereka kurang sukai tetapi mereka tetap harus mengejar nilai-nilai tersebut Karena mata pelajaran masih diatur sepenuhnya oleh kurikulum.

Dan para siswa pun mau tidak mau mengikuti semua mata pelajaran yang sudah tersedia di kurikulum, mata pelajaran pilihan pun masih jarang dilaksanakan oleh berbagai sekolah di indonesia dan kurang nya bimbingan untuk menelusuri apa saja minat dan bakat mereka yang sesungguhnya. Maka dari itu ilmu psikologi pendidikan sangat dibutuhkan di dunia pendidikan karena ilmu tersebut akan menjelaskan sebab-sebab dari perilaku para siswa maupun tenaga pengajar untuk memiliki koordinasi yang baik antara siswa dan guru.

Psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku penyadaran sehingga terjadi interaksi berbagai faktor yang terkait peserta didik dengan potensinya serta alam lingkungan dengan kemungkinan-kemungkinannya. Menurut John W Santrock (2004) psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Dalam psikologi pendidikan, membahas berbagai jenis pembelajaran termasuk pembelajaran yang modern misalnya pembelajara berdasarkan falsafah konstruktivisme, pembelajaran dengan pendekatan proses, pembelajaran transformatif, pembelajaran berdasarkan Student Centered Learning (SCL), sehingga menyebabkan guru maupun dosen dapat memilih pembelajaran yang paling cocok dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah guru atau dosen menyediakan kondisi tertentu yang memungkinkan siswa dapat mengubah dirinya sendiri baik dalam kemampuan, pola pikir, wawasan dan kepribadiannya. Dengan demikian, dosen atau guru dapat memilih salah satu jenis atau mengkombinasikan dua atau lebih jenis pembelajaran yang paling efektif dan efisien.

SUMBER:
Mulyadi, Seto dkk. (2016). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada